Friday, May 31

Astanga Yoga (1)

Saat ini setiap orang melakukan Yoga. Dengan mengatasnamakan Yoga, banyak orang hanya melakukan beberapa postur dan beberapa latihan pernafasan. Tidak diragukan lagi bahwa keduanya ini memberikan banyak sekali manfaat, tetapi itu bukan Yoga yang lengkap. Yoga terdiri dari delapan cabang yaitu: Yama, Niyama, Asana, Pranayama, Pratyahara, Dharana, Dhyana, dan Samadhi. Jadi ketika anda melakukan Asana dan Pranayama, anda hanya melakukan bagian ketiga dan keempat dari dari yoga yang sesungguhnya. Anda bisa bayangkan bahwa hanya dengan melakukan bagian ketiga dan keempat dari yoga memberikan manfaat yang sangat banyak; seberapa banyak mafaat yang akan didapat jika kedelapan bagian dari yoga ini dilakukan dengan sungguh-sungguh?



Postingan Terkait:
Astanga Yoga | Asana (2)
Astanga Yoga | Pranayama (3)


























Wednesday, May 29

Keseharian Mempelajari Dasar Ayurveda

SANSEKRTAMendengar kata Ayurveda, maka kita akan dibawa jauh ke masa lalu tentang sebuah ilmu pengobatan kuno India. Berbicara tentang Veda, maka kita tidak bisa lepas dengan yang namanya bahasa sansekerta. Karena kami mempelajari Ayurveda yang merupakan bagian dari Atharvaveda, maka secara otomatis kami harus mengetahui dan paham bahasa sansekerta. Untuk paham dan mengerti bahasa sansekerta, maka wajib untuk bisa menulis dan membaca aksara sansekerta. Itulah yang kami lakukan di sini, di AVP Ayurveda Hospital & Training Academy.
Itulah yang saya dan dua orang teman lakukan di sini, setiap hari kami

Monday, May 13

Menginstal Font Pada Windows 7

Halo…kali ini saya akan berbagi tips bagaimana menginstal font di windows 7.
Bagi pembaca yang ingin menambah koleksi font di komputernya, khususnya yang menggunakan windows 7, maka wajib membaca tulisan ini.
Apa yang saya tulis ini berdasarkan pengalaman saya. Beberapa hari yang lalu saya ingin menambahkan font devanagari di laptop saya. Kebetulan sekali laptop saya menggunakan windows 7. Jika menambahkan font pada windows xp saya sudah tahu, namun pada windows 7 saya belum tahu. Saya coba otak-atik, akhirnya bisa juga.
Menambahkan font pada windows 7 ada dua cara. Cara pertama adalah dengan

Sunday, May 12

Coimbatore dan Rumah Sakit di Tengah Hutan

26 April 2013 sore kami berangkat ke Coimbatore dari Chennai. Kami berangkat sekitar jam setengah 5 dari kantor Mr. Sandagopan ke Bandara Chennai. Dari bandara Chennai kami terbang jam 7 malam ke Coimbatore dan sampai Coimbatore sekitar jam setengan 9 malam.
Kami dijemput oleh mobil dari AVP Ayurveda Hospital dan dan kami akan menginap semalam di AVP Ayurveda Hospital. Sekilas melihat kota Coimbatore saat malam hari, bisa saya simpulkan bahwa kota Coimbatore sedikit lebih tertata

Friday, May 10

Mengunjungi beberapa Kuil di Chennai

IMG_0394Setelah sampai di Chennai kami menginap semalam di Chennai karena kami sampai di Chennai jam 12 malam. Kami dijemput oleh seorang sopir utusan dari Mr. Sandagopan. Mr. Sandagopan ini adalah seorang pebisnis yang merupakan teman dari Prof. Amarjiva. Prof. Amarjiva lah yang akan membantu segala urusan kami di India. Sopir yang menjemput kami bernama Ramesh. Sepertinya dia adalah sopir travel.
Pagi harinya kami ditemui oleh Mr. Sandagopan. Sekedar berkenalan dan say hello, sekaligus ia menyampaikan kalau profesor kami akan telat datangnya. Sementara kami menggu profesor kami datang, Mr. Sandagopan menawari kami untuk jalan-jalan di Chennai mengunjungi kuil atau pantai. tentu saja dengan senang hati kami menerimanya.
Kami diantar berkeliling mengunjungi beberapa 2 kuil dan Vivekananda House oleh teman  baru kami bernama Danish. Pertama kami mengunjungi kuil Saibaba. Kuil ini sangat ramai pengunjung, untuk bersujud di kaki Saibaba harus mengantri panjang dulu. Kemudian kami mengunjungi salah satu kuil besar di Chennai. Tidak tahu pasti kuil apa namanya namun disini ada banyak arca, Wisnu,Siwa, Ganesha dan arca dewa dewi lainnya. 
Setelah mengunjungi kedua kuil ini di siang yang sangat panas, kami melanjutkan mengunjungi Vivekananda House. Vivekananda House adalah museum yang mengisahkan Riwayat Svami Vivekananda dan tempat menyimpan benda-benda peninggalan Svami Vivekananda. Sangat sayang sekali di sini tidak boleh mengambil gambar, termasuk di kuil-kuil yang kami kunjungi sebelumnya. Namun saya sempat membeli satu buku tentang kata-kata inspirasi Svami Vivekananda. Karena harga lumayan murah, hanya 40 rupee atau sekitar 9 ribu rupiah.
Setelah mengunjungi Vivekananda House kami memilih untuk langsung makan siang dan langsung kembali ke hotel. Sebenarnya Danish masih semangat mengantar kami untuk mengunjungi tempat lain, seperti masuk ke pantai dan ke perpustakaan Kota Chennai, namun karena cuaca sangat panas, kami memilih kembali ke hotel saja. Padahal pantai tepat berada di depan Vivekananda House.
Pendapat saya tentang Kota Chennai adalah Chennai adalah kota yang sangat padat dan lalu lintas disini sangat semrawut, hampir sama dengan Jakarta atau bisa dibilang lebih parah. Semua pengendara seenaknya sendiri membunyikan klakson dan pengendara motor sangat jarang sekali yang memakai helm. Diantara 100 pengendara motor,  kemungkinan cuma 4-10 orang yang memakai helm. Mobil Bemo berkeliaran dimana-mana, kondisi jalan sangat berdebu dan pedagang kaki lima tidak tertata dengan baik.
Demikian sedikit cerita dari Chennai, India.

Thursday, May 9

Thailand Rasa Kare

IMG_0355Dalam penerbangan kami ke India 25 April yang lalu, pesawat Thai Airways yang kami tumpangi transit di Bandara Svarnabhum, Thailand. dalam penerbangan kami dari Jakarta ke Thailand dalam pesawat kami disajikan snack Thailand dan masakan Thailand.
Namun dalam penerbangan kami dari Thailand ke India, menu di dalam pesawat Thai berubah citarasa. Kalau saya menyebutnya “Thailand rasa Kare”. Karena di dalam pesawat Thai bukan lagi disajikan masakan dan snack Thai, tetapi masakan India, yaitu Kare India. Bagaimana rasanya makan Kare India di pesawat Thai, ya….rasanya acha-acha begitu.
Dalam penerbangan Thailand Rasa Kare ini memakan waktu cukup lama, karena kami terbang jam 9 malam waktu Thailand dan sampai di Chennai jam 12 waktu India. Penerbangan yang sangat asing bagi saya dan teman-teman karena di di dalam pesawat didominasi oleh orang India. Bisa dihitung dengan jari orang yang bukan India.
IMG_0356
Dan sangat unik juga ketika yang duduk di samping saya adalah orang India yang tidak bisa berbahasa Inggris, dan saya sendiri tidak bisa berbahasa India, jadi jurus yang keluar adalah jurus bicara dengan kode gerak tangan dan jurus bisu.
Demikian sedikit sharing dari saya….
gambar pertama adalah kare vegetarian, gambar kedua adalah kare ayam.

Saturday, May 4

25 April 2013

Hari ini saya akan berangkat ke India, tepatnya ke sebuah tempat di Mangarai, Phatanjalipuri, Coimbatore. Saya berangkat dari Yogyakarta ke Jakarta menggunakan pesawat Lion Air. Saya bangun jam 4 subuh dan langung mandi. Setelah mandi dan melakukan persiapan lainnya, jam 4.45 saya berangkat ke Bandara Adisutjipto diantar oleh keluarga. Karena ini merupakan pertama kalinya saya pergi ke luar negeri, maka sebagai rasa sayang semua anggota keluarga mengantar.
Saya tiba di bandara sekitar jam setengah 6 pagi, langsung check in dan kemudian keluar lagi untuk berkumpul dengan keluarga. Pesawat akan terbang jam 6.50 jadi masih punya cukup waktu untuk bercengkrama dengan keponakan saya yang nakal.
Saya harus terbang ke Jakarta dulu karena harus bertemu dengan dua teman saya yang juga akan berangkat ke India. Kami akan bertemu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Jam 6.30 saya memasuki pesawat. Kebetulan pagi ini pesawat Lion Air tepat waktu. Sebuah awal yang baik, ternyata di pesawat saya duduk berdampingan dengan dua orang pemuda dari India. Mereka sedang dalam perjalanan dari Jogja ke Padang untuk liburan. Mereka berdua mengaku dari Telugu. Mmm …saya lupa pastinya, Telugu atau Teluhu, yang jelas sebuah tempat di India.
Setelah sekitar satu jam pesawat terbang, akhirnya sampai juga di Jakarta. Ini merupakan pertama kalinya saya ke Jakarta menggunakan pesawat. Ternyata bandaranya luas juga. Teman-teman saya sudah menunggu di tempat keberangkatan internasional Bandara Soetta, tepatnya di D1. Dari kedatangan domestik ke D1 cukup jauh karena harus ditempuh dengan menaiki bus shuttle.
Akhirnya kamipun berkumpul di di D1. Kami bersama menunggu bapak Bagus, karena beliau yang akan mengurus keberangkatan kami. Pak Bagus pun datang setelah kami 1 jam menunggu. Beliau memberi sedikit pengarahan dan mengajak kami untuk bertemu dengan bapak Dirjen Bimas Hindu untuk berpamitan.
Kemudian pak Bagus mengurus check in kami. Dan kamipun siap berangkat.
Bersambung…