Tahun Kedua Kuliah Ayurveda - Berat dan Senang


Well...pada postingan kali ini saya akan melanjutkan cerita saya tentang pengalaman kuliah kedokteran Ayurveda. Pengalaman kuliah tahun pertama sudah saya ceritakan pada postingan sebelumnya. Jika teman-teman belum membacanya, baca sekarang Pengalaman Kuliah Ayurveda Tahun Pertama.

Okay...langsung saja ya...


Jadi ujian untuk perkuliahan tahun pertama kuliah Ayurveda pada saat itu adalah bulan September 2015. Saat itu perkuliahan berlangsung dari september 2015 sampai dengan agustus 2016.

Sebenarnya perkuliahan tahun kedua tidak jauh berbeda dengan tahun pertama. Hanya saja seperti yang saya ceritakan pada posting sebelumnya bahwa jumlah kelasnya bertambah. Jadi dalam satu hari ada 8 kelas. Kelas dimulai jam 9:15 pagi sampai dengan jam 12:35 kemudian jeda istirahat makan siang sampai jam 14:00.

Kelas berlanjut lagi dari jam 14:00 sampai dengan jam 17:20. Jadi sesi pagi 4 kelas dan sesi siang 4 kelas. Jadi sudah seperti orang kerja kantoran aja ya...he he.

Mata Kuliah

Mata kuliah yang dipelajari di tahun kedua ada empat yaitu Dravya Guna, Agada Tantra, Rasa Shastra evam Bhaishajya Kalpana, dan Caraka Samhita. 

Dravya Guna adalah mata kuliah tentang berbagai macam tanaman obat. Jadi di mata kuliah ini diajarkan mengenai berbagai jenis tanaman obat, nama latin, nama di berbagai daerah, pengelompokan tanaman obat, berbagai manfaat yang dimiliki masing-masing tanaman obat, kandungan kimia dan properti masing-masing tanaman obat. Pokoknya segala hal yang berkaitan tanaman obat.

Agada Tantra adalah mata kuliah tentang racun. Jadi di dalam mata kuliah ini diajarkan mengenai berbagai macam jenis racun baik itu yang bersumber dari binatang, tanaman, maupun mineral. Seperti halnya dengan mata kuliah lainnya tidak hanya racun dalam perspektif Ayurveda yang diajarkan, namun juga dalam perspektif modern.

Rasa Shastra evam Bhaishajya Kalpana adalah mata kuliah yang mengajarkan tentang bagaimana membuat obat di dalam medis Ayurveda. Rasa Shastra adalah bagian khusus berbagai macam metal dan mineral yang digunakan sebagai bahan formula obat-obatan. Bhaishajya Kalpana adalah bagian khusus yang mengajarkan formulasi obat-obatan yang berbahan tanaman herbal.

Caraka Samhita mata kuliah yang mengajarkan konsep dasar Ayurveda dari sudut pandang Acarya Caraka. Caraka Samhita juga merupakan salah satu bagian dari Bruhat Trayi Ayurveda (akan saya bahas pada tulisan lain).

Pada tahun kedua ini Caraka Samhita yang dipelajari disebut dengan Pradhanardha (bagian pertama). Jadi Caraka samhita pada tahun kedua dan tahun ke tiga. Pada tahun ketiga diajarkan Caraka Samhita bagian Uttarardha. 
drugs collection


Mulai Mengenal Berbagai Tanaman

Pada tahun kedua ini kami mulai dikenalkan dengan berbagai jenis tanaman-tanaman yang bisa dimanfaatkan menjadi obat-obatan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan di dua tempat yaitu di dalam ruang kelas dan di kebun (bukan kebun karet ya). Terkadang juga kegiatan belajar mengajar di museum Dravya Guba. 

Museum Dravya Guna adalah musem tempat menyimpan berbagai koleksi bagian-bagian tanaman obat seperti biji, buah, daun, kulit batang dan akar dari bergagai tanaman. Jadi bagian-bagian tanaman yang disimpan adalah yang sudah kering. Ada juga beberapa koleksi dalam kondisi segar yang direndam dalam formalin. Karena disimpan di dalam formalin maka selalu tampak hijau. 

Kegiatan belajar mengajar yang laing menyenangkan menurut saya adalah saat di kebun. Mengapa? Karena sudah pasti kami bisa menghirup udara segar dan bersentuhan langsung dengan tanaman yang dipelajari.


Drugs Collection

Satu hal yang paling menyenangkan adalah drugs collection. Kegiatan ini hanya dilakukan hanya sekali saja. Pada kegiatan ini kami akan diajak keliling ke tempat tertentu yang sudah ditentukan oleh dosen Dravya Guna. 

Kami memulai berjalan kaki dari kampus bersama-sama dan sepanjang perjalanan kami harus memetik beberapa daun dari tanaman dan kami harus menyimpannya dengan baik karena tujuan dari drugs collection ini adalah untuk herbarium. Apa itu herbarium? akan saya bahas pada tulisan lain ya.

Setelah mengekplorasi lingkungan sekitar kampus kami diangkut dengan bus kampus menuju tempat yang cukup jauh dari kampus. Di sana kami mengumpulkan daun beberapa tanaman yang ada di hutan piggir jalan dan di lingkungan kebun milik warga sekitar.

Mengenal Berbagai Metal dan Mineral

Jadi di dalam Ayurveda metal sangat dimanfaatkan sebagai salah satu komposisi obat. Ini dipelajari di matakuliah Rasa Shastra. Jadi di dalam perkuliahan ini kami diajarkan berbagai jenis metal beserta maanfaatnya untuk kesehatan. Kami diajarkan tentang merkuri, emas, perak, alumunium, besi dan lainnya. Percaya tidak kalau merkuri bisa digunakan sebagai obat?

Begitu juga dengan mineral-mineral. Kami diajarkan berbagai mineral yang bermanfaat untuk bahan obat-obatan. Mata kuliah ini adalah mata kuliah yang cukup berat menurut saya namun sangat menantang.

Mengapa saya katakan berat, karena kami harus bersentuhan dengan nama-nama kimia, angka-angka kimia yang susah sekali bagi saya untuk menghapalnya. hehe.

Perkuliahan Rasa Shastra dilakukan di 3 tempat yaitu di kelas, museum dan Pharmacy. Di sini pharmacy merujuk pada tempat pemrosesan bahan-bahan mentah sampai menjadi obat.
praktek pemurnian mineral

Praktek Membuat Obat

Kuliah praktek selalu menyenangkan menurut saya. Jika dosen sudah mengatakan "ayo ke pharmacy", maka raut wajah kami yang lesu karena bosan duduk dikelas akan menjadi raut wajah bahagia.

Mengapa? Karena di pharmacy kami bisa belajar sambil bercanda. Kami juga bisa bersentuhan langsung dengan proses pemurnian bahan-bahan mentah sebelum dijadikan obat. Jadi di dalam Ayurveda, pemurnian dari bahan-bahan yang akan dijadikan obat wajib dilakukan. Itulah mengapa merkuri bisa dijadikan obat di dalam sistem Ayurveda.

Seminar Rasa Shastra

Pada suatu waktu di awal perkuliahan tahun kedua kami memiliki ksempatan untuk menghadiri sebuah acara seminar tentang Rasa Shastra. Jadi saat itu semua mahasiswa sekelas ikut menghadiri seminar. Dosen kami adalah salah satu pembicara inti di dalam seminar ini. Seminar dilaksanakan di KVG Ayurveda College, Sulia.

Namun sayangnya saat itu kami agak menyalahgunakan kesempatan tersebut. Ya...namanya juga mahasiswa...he he. Jadi setelah sesi dosen kami berakhir kami malah ngacir menuju ke tempat wisata di sekitar tempat seminar.

Begitu juga saat pulang dari tempat seminar, sebelum langsung ke kampus kami ngacir lagi tempat wisata lainnya. Sekali lagi, namanya juga mahasiswa. Belum tentu kesempaatan seperti itu bisa terulang lagi.

Pharmacy Visit

Ini juga merupakan salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu dan menyenangkan. Di kegiatan Pharmacy Visit ini kami mengunjungi beberapa pabrik obat Ayurveda. Tujuannya adalah supaya kami mengenal lebih dekat dengan proses produksi obat-obatan Ayurveda yang juga sudah diproduksi dengan mesin-mesin canggih.

Jika saya tidak salah ingat, ada enam tempat yang kami kunjungi saat itu. Kami memiliki waktu 2 hari untuk berkunjung. Waktu ini terbilang singkat karena program ini berdekatan dengan waktu ujian kami. Karena menurut cerita yang disampaikan dosen, biasanya program Pharmacy Visit kurang lebih 8 sampai 10 hari.

Nah itulah cerita singkat saya mengenai perkuliahan tahun kedua kedokteran Ayurveda. Mungkin akan saya update lagi tulisan ini jika ada poin-poin yang bisa saya recall lagi dari apa yang sudah saya alami saat perkuliahan tahun kedua Ayurveda.


Comments