Begini Kisah Tahun Pertama Kuliah Ayurveda

kisah tahun pertama kuliah ayurveda
dissection class

Kedokteran  Ayurveda sampai saat ini hanya ada di India. Ayurveda adalah sistem pengobatan tradisional India dan salah satu sistem pengobatan yang berlaku di India, sejajar dengan sistem pengobatan modern dan pengobatan lainnya. Saat ini ada 6 sistem pengobatan yang diakui di India, nah ini akan saya bahas pada postingan lainnya.

Postingan kali ini saya hanya hanya akan bercerita mengenai pengalaman tahun pertama mengikuti perkuliahan Ayurveda.

September 2014 adalah tahun awal saya memulai mengikuti perkuliahan jurusan kedokteran Ayurveda. Sebenarnya mengenai secara garis besar perkuliahan Ayurveda sudah pernah saya post, namun saya ingin lagi menulisnya, jadi saya tulis lagi. hehe.

Terasa Berat Jika Dipikirkan

Begitu benar-benar mulai mengikuti perkuliahan, perkuliahan ini memang membuat saya agak gugup dan kaget. Mengapa? Karena yang namanya perkuliahan kedokteran maka tidak bisa lepas dari yang namanya anatomi, khususnya anatomi tubuh manusia.

Jika direnungkan rasanya berat sekali. Apalagi ditambah dengan suasana belajar yang menggunakan bahasa yang berbeda, lingkungan yang berbeda. Belajar dengan menggunakan dua bahasa, bahasa Inggris dan Bahasa Sanskrit (kalau di Indonesia biasanya kita menyebutnya dengan Sansekerta).

Ditambah lagi dengan sistem kuliah yang sehari penuh. Jadi perkuliahan dari pagi sampai sore, tepatnya dari jam 9:15 pagi sampai jam 12:30 siang. Istirahat makan siang dari jam 12:30 sampai jam 14:00 kemudian lanjut lagi perkuliahan dari jam 14:00 sampai dengan jam 17:00. Itu terdiri dari 6 kelas, jadi pagi hari 3 kelas dan siang hari 3 kelas.

Bahkan setelah itu terjadi perubahan jadwal perkuliahan. Jadi jumlah kelasnya di tambah menjadi 8 kelas. Jadi pagi 4 kelas dan siang 4 kelas. Kelas berakhir menjadi jam 17:20. Bisa dikatakan sama dengan sistem kerja perkantoran.

Kuliah di Hari Minggu

Ya...hari minggu juga kuliah. Bahkan hari sabtu perkuliahan bisa sampai malam antara jam 8-9 malam. Jadi pada hari sabtu siang dari jam 2 sampai dengan jam 5 adalah dissection class, yaitu kelas bedah - mempelajari anatomi manusia langsung dari mayat. Saya rasa dissection adalah hal yang wajib ya di dunia medis.

Setelah jam 5, biasanya kami mendapat jeda istirahat kurang lebih 30 menit, kemudian kelas dilanjutkan lagi dengan diskusi tentang anatomi selama kurang lebih satu sampai dua jam. Jadi kelas diskusi kan berakhir sekitar jam 8 malam. Bahkan terkadang molor sampai dengan jam 9 malam.

Kemudian pada hari minggu dissection class dimulai dari jam 9 pagi dan berakhir sekitar jam 13:30 atau setengah dua siang. Cukup melelahkan namun itu harus dijalani.

Mempelajari 2 Bidang Ilmu

Dalam perkuliahan Ayurveda kami tidak hanya mempelajari ilmu kedokteran Ayurveda, namun kami juga mempelajari ilmu kedokteran modern. Jadi bisa dikatakan kami mempelajari 2 bidang ilmu dalam satu waktu. Jadi kami wajib mengetahui terminologi Ayurveda dan juga terminologi yang dipakai dalam kedokteran modern.

Jadi di dalam silabus perkuliahan kami sudah tertulis poin-poin yang dipelajari bagian Ayurveda dan poin-poin yang dipelajari dari kedokteran modern (disni disebut dengan allopathi).

Contohnya adalah mata kuliah Sharira Racana (Anatomi). Jadi di dalam silabus Sharira Racana terdapat sebagian poin tentang anatomi berdasarkan Ayurveda dan anatomi berdasarkan kedokteran moden.  


Menghapal

Perkuliahan Ayurveda identik dengan hapalan. Saya rasa semua bidang ilmu juga seperti ini. Jadi karena seperti yang saya tulis sebelumnya bahwa kami memperlajari dua bidang ilmu maka kami menghapalnya juga dobel.

Di bagian Ayurveda kami harus menghapal sloka-sloka dalam bahasa Sanskrit (bahasa sansekerta) karena referensi dari Ayurveda tertulis dalam Sanskrit. Jadi kami wajib menghapal terminologi-terminologi dalam bahasa Sanskrit. Begitu juga kami harus menghapal terminologi-terminologi dalam ilmu kedokteran modern.

Hukuman

Kebetulan saya kuliah di kampus yang disiplinnya sangat tinggi. Jadi bisa dikatakan suasana kuliah di kampus saya bisa dikatakan sangat berbeda dengan kampus-kampus lain. Jadi suasana belajarnya jika disamakan dengan cara belajar di Indonesia adalah kurang lebih mirip dengan cara belajar mengajar di sekolah-sekolah SMA.

Jika terlambat datang ke kampus maka mahasiswa bisa saja ditegur oleh dosen bahkan sampai dimarah oleh kepala sekolah. Jadi di kampus saya pemegang jabatan tertinggi adalah MD (Managing Director) dan yang bertanggung jawab terhadap proses belajar mengajar adalah Principal (Kepala Sekolah). Jadi kampus saya berafiliasi dengan Rajiv Gandhi University.

Di dalam kelas saat sedang proses belajar mengajar dosen tidak segan-segan untuk memarahi mahasiswa. Walaupun hanya satu atau dua orang yang membuat kesalahan maka pasti semua mahasiswa di dalam kelas memiliki peluang untuk dimarahi.

Jika mahasiswa tidak bisa menjawab pertanyaan dari dosen maka mahasiswa harus berdiri sampai berhasil memberi jawaban, bahkan berpeluang berdiri sampai kelas berakhir. Bahkan bisa juga harus menulis jawaban dari pertanyaan tersebut sampai puluhan kali.

Jika mahasiswa tidak mengerjakan PR yang diberikan dosen maka hukumannya sama dengan poin di atas, yaitu berpeluang menulis PR tersebut lebih dari sekali, bisa 2 kali, 3 kali, 4 kali dan seterusnya.

Begitu juga jika saat ujian mendapatkan nilai dibawah target yang ditetapkan atau dibawah 50% nilai, maka bisa dipastikan jari-jarinya akan menjadi keriting karena menulis ulang jawaban ujian berulang kali.

Bagaimana jika bolos kuliah? Mahasiswa akan dijemput ke hostel (sebagian besar tinggal di hostel kampus). Jika tidak disuruh langsung masuk kelas, maka pasti akan dimarahi oleh kepala sekolah kemudian disuruh duduk di perpustakaan bahkan bisa jadi kena skor tidak boleh masuk kelas selama 1 atau 2 hari bahkan sampai 1 minggu.

Hostel

Seperti halnya mahasiswa lainnya yang tinggal di hostel, begitu juga dengan saya. Sebenarnya tinggal di hostel bukan pilihan saya, namun karena pertama kali datang ke kampus ini saya ditempatkan di hostel akhirnya sampai saat ini saya masih tinggal di hostel kampus.

Untuk menghemat biaya hidup tinggal di hostel sangat tepat sekali. Karena biaya hostel di kampus saya lebih murah daripada jika ngekos di luar kampus.

Fasilitas yang didapat di hostel yaitu kamar dengan ukuran 4 x 3 meter dengan kamar mandi luar (join dengan penghuni lainnya). Di dalam kamar terdapat kipas angin, lemari dan ranjang (tanpa kasur).

Beruntungnya saya diberi fasilitas satu kamar untuk sendiri. Untuk mahasiswa lainnya (orang India), satu kamar untuk dua orang.

Di hostel juga tersedia mess, jadi tidak perlu khawatir masalah makan. Jadi pagi siang sore makanana sudah ada yang membuatkan.

Yang Dipelajari di Tahun Pertama

Mata kuliah untuk mahasiswa tahun pertama kedokteran Ayurveda terdiri dari 5 mata kuliah yaitu Maulika Siddhanta (Astangga Hridaya), Padartha Vijnana evam Ayurveda Itihasa, Samskrita, Shariya Racana, dan Shariya Kriya. 

Mata kuliah Maulika Siddhanta adalah mata kuliah Astangga Hridaya yang merupakan salah satu dari Brihat Trayi Ayurveda. Yang dimaksud dengan Brihat Trayi Ayurveda adalah tiga kitab utama yang menjadi referensi Ayurveda dan Astangga Hridaya adalah salah satunya.

Padartha Vijnana evam Ayurveda Itihasa adalah mata kuliah yang mengajarkan terminologi-terminologi dasar Ayurveda. Jadi pada mata kuliah ini mempelajari definisi-definisi dari terminogi yang dipakai dalam dunia Ayurveda. Pada bagian Itihasa diajarkan mengenai sejarah Ayurveda.

Samskrita adalah mata kuliah Bahasa Samskrita. Samskrita diajarkan karena semua referensi Ayurveda berbahasa Samskrita. Walaupun ada buku-buku yang berbahasa Inggris namun mahasiswa wajib bisa Samskrita agar bisa memahami konsep Ayurveda dari teks asli Ayurveda.

Sharira Racana adalah mata kuliah anatomi yang di dalamnya berisi konsep anatomi Ayurveda dan anatomi modern.

Sharira Kriya adalah mata kuliah fisiologi. Jadi jika di dalam Sharira Racana belajar tentang anatomi dari tubuh manusia maka di Sharira Kriya belajar tentang fungsi dari masing-masing organ tubuh manusia.

Kelima mata kuliah ini dipelajari selama total 1 tahun termasuk waktu ujian. Jadi ujiannya setahun sekali.

Hanya Bebas 3 Jam Dalam 1 Minggu

Dalam 1 perkuliahan dari senin sampai dengan sabtu. Seperti yang saya tulis di atas bahkan kadang minggu juga ada perkuliahan, yaitu dissection.

Karena tinggal di hostel maka mau tidak mau kami harus mengikuti peraturan kampus. Kami tidak bisa pergi kesana kemari dengan mudah. Setiap akan pergi ke suatu tempat maka kami harus minta ijin paling tidak kepada warden hostel, bahkan jika perlu ke Kepala Sekolah. Kami bisa pergi jika diijinkan saja. Jika tidak diijinkan maka tidak bisa pergi.

Jika nekat untuk pergi tanpa ijin dan ketahuan oleh pihak kampus maka sudah bisa dipastikan keesokan harinya dipanggil oleh kepala sekolah untuk diinterogasi dan diomeli.

Khusus hari minggu mahasiswa yang cowok hanya boleh pergi keluar hanya di sore hari dari jam 4 sampai jam 8 (pada saat itu, sekarang hanya jam 5 sampai jam 8 saja).  Mahasiswa cowok tidak boleh keluar ke kota pada pagi hari karena pagi hari adalah waktu untuk mahasiswa cewek yang ke kota.

Mahasiswa cowok tidak diperbolehkan untuk bertemu mahasiswa cewek di luar kampus (dikota). Jika dilihat oleh pihak kampus bertemu, maka sudah pasti akan diintrogasi juga. Bahkan saat berangkat dan pulang dari kampus ke hostel jika berjalan berbarengan dengan mahasiswa cewek kadang-kadang menjadi masalah.

Kurang lebih seperti itu peraturannya. Namun tidak disemua tempat seperti itu. Hanya di beberapa tempat saja, salah satunya adalah kampus tempat saya belajar.

3 Jam yang Sangat Berharga

Seperti yang saya tulis di atas bahwa ujian dilaksanakan sekali dalam setahun. Nah durasi ujian hanya 3 jam untuk masing-masing paper. Jadi dari 5 mata kuliah yang ada totalnya dibagi menjadi 8 paper. 1 paper durasi ujiannya 3 jam.

Jika tidak lulus ujian ini maka harus menunggu 6 bulan untuk mengulangi ujian. Jadi 3 jam durasi ujian sangat-sangat berharga.

Pada tahun pertama tersebut benar-benar bagian kuliah yang menegangkan karena durasi waktu 1 tahun tidak cukup untuk mempelajari semua matakuliah dengan lengkap. Khususnya matakuliah Sharira Racana dan Sharira Kriya. Jadi tahun pertama perkuliahan Ayurveda benar-benar penuh tekanan (bagi saya hehehe).

Namun jika dijalani dan dinikmati pasti akan enak juga. Saat ini saya telah berada di tahun keempat. Bagaimana cerita tahun kedua ketiga dan keempat? Akan saya ceritakan pada postingan selanjutnya.


Comments