Millennial Road Safety Festival di Baradatu, Way Kanan

Bertemu teman semasa SMA di Millennial Road Safety Festival

Well...pada postingan kali ini saya akan bercerita tentang aktifitas saya pada hari minggu 3 Maret 2019. Jadi pada hari minggu kemarin saya mengunjungi sebuah festival di Baradatu, Way Kanan. Festival ini adalah Milenial Road Safety Festival. Acara berlangsung di Lapangan Sriwijaya Baradatu, tepat di depan Kantor Kecamatan Baradatu.

Mengapa saya bisa mengunjungi festival ini? Karena kebetulan saat ini saya sedang berada di kampung halaman, yaitu di Bali Sadar Tengah, Banjit, Way Kanan. Jadi mumpung ada yang diajak untuk pergi dan punya waktu luang, makanya bisa berkunjung ke acara seperti ini.

Menurut informasi yang saya terima sebelumnya, acara ini dimulai jam 7 pagi. Katanya sih diawali dengan jalan sehat. Selebihnya saya tidak tahu apa lagi isi acaranya, karena saya datang kesana sudah agak siang, yaitu sekitar jam 10.

Jadi ketika saya sampai disana acara sudah 50 persen selesai. Kebetulan saat sampai di sana acara yang sedang berlangsung adalah konser dan bagi-bagi hadiah. Jadi pengunjung sedang asik-asiknya berjoged lompat-lompat mengiringi lagu.

Saya sendiri baru pertama kali menghadiri acara seperti ini. Jadi ketika sampai di tempat acara terasa sangat aneh. Saya tidak terbiasa dengan keramaian.

O ya lupa bilang kalau saya ke sana berempat. Kami mengendarai dua motor. Setibanya di sana kami langsung berkeliling sebentar mengunjungi stand-stand pameran yang berjejer di bagian pinggir lapangan Sriwijaya. Ya numpang lewat saja, bukan untuk berbelanja.

Pada bagian akhir berkeliling kami berhenti di stand pameran SMKN 1 Banjit. Stand SMKN 1 Banjit memamerkan dan menjual produk-produk yang dihasilkan di sekolah mereka. Jika saya tidak salah ingat produk yang dipamerkan adalah kopi dan minuman jahe.
Mencicipi kopi gratis dari SMKN 1 Banjit

Tujuan Millennial Road Safety Festival

Jika melihat dari namanya, bisa ditebak apa tujuan dari diadakan acara ini. Bisa dikatakan bahwa tujuan acara ini adalah mengampanyekan kepada generasi muda Indonesia, dalam hal ini khususnya yang ada di Way Kanan, tentang pentingnya tertib berlalulintas.

Acara ini melirik generasi Millennial mungkin dengan maksud agar program seperti ini mudah menyebar ke seluruh pelosok. Jadi kata "millennial" ini menarik generasi muda millennial untuk datang ke acara ini.

Apalagi sekarang jamannya internet. Segala sesuatu yang menarik mudah sekali viral di dunia maya lewat media sosial. Bahkan dalam hitungan detik acara seperti ini bisa menjadi viral.

Parkir yang Semrawut

Kondisi parkir kendaraan di tempat acara sangat serawut. Mungkin karena manajemen parkirnya kurang maksimal. Menurut saya, karena acara ini "katanya" adalah acara Kepolisian, semestinya juru parkir dan masyarakat pengunjung di acara ini diajarkan untuk memarkir kendaraan dengan rapi.

Tidak rapinya parkir kendaraan, khususnya motor bisa dilihat dari banyak sekali yang memarkir kendaraan seenaknya di pinggir jalan utama, sehingga menyebabkan macetnya lalu lintas. Ditambah lagi kondisi jalan yang sempit, jadi menambah kondisi kemacetan.

Biaya Parkir Super Mahal

Ketika sampai di tempat acara, saya tentu saja mencari tempat parkit, kemudian saya mendapat lokasi parkir di SD yang berada di sebelah selaran lapangan. Setelah memarkir motor, juru parkir meminta biaya parkir Rp. 10.000. Itu untuk motor ya.

Saya tidak tahu bagaimana penerapan peraturan parkir di Way Kanan. Namun biaya parkir sebesar itu, yaitu sepuluh ribu rupiah tentu sangat mahal untuk motor. Karena setahu saya biaya parkir untuk motor maksimal dua ribu rupiah.

Kalau ditebak-tebak mungkin karena ini adalah acara yang jarang ada, jadi itu alasan untuk "memalak" pengunjung dengan biaya parkir yang mahal.

Namun tetap saja bukan hal yang wajar (menurut saya). Acaranya bagus, memberi hiburan kepada masyarakat dan mendidik masyarakat. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.

Apa lagi ya? Sepertinya itu saja dulu. Tonton videonya di bawah ini.


Comments