Beli Smartfren tapi Tidak Smart

Gambar dari shopee.com

Jadi ini cuma berbagi pengalaman membeli kartu perdana Smartfren. Saya tertarik menggunakan layanan smartfren karena ada kartu perdana unlimited yang hanya dengan 65 ribu sudah mendapatkan kuota 1 gb perhari. Harap maklum, siapa saja akan mencari lebih murah, bukan?

Kalau ada yang lebih murah, ngapain bayar lebih mahal - begitu kata iklan hit.

Katanya kartu perdana smartfren tidak untuk semua android. Setelah saya cek ricek, ternyata hp saya mendukung untuk kartu smartfren. Langsung saja saya meluncur ke salah satu warung penjual kartu perdana smartfren.

Setelah dicoba oleh penjaga warung ternyata saya beruntung karena hp saya benar-benar mendukung smartfren. Sayapun senang.

O ya alasan saya ingin memakai layanan 4g smartfren karena selain paket unlimitednya murah, ya karena saya adalah pelanggan setia smartfren, khususnya ketika smartfren masih menggunakan jaringan EVDO CDMA.

Bahkan saya menggunakan smarfren ketika smartfren pertama kali diluncurkan di Jogja, yang saat itu menggunakan hp cdma smartfren yang juga berisi layanan unlimited internet.
Lanjut lagi ke soal membeli perdana unlimited 4g Smartfren.

Saat di warung penjual kartu perdana sinyal juga bisa dibilang sangat bagus, jadi langsung saja saya bayar. Soalnya mau register di warung tidak bisa, karena saya tidak membawa kartu keluarga saat itu. Seperti biasa, register SIM harus menggunakan nomor KTP dan KK.

Akhirnya meluncur pulang, sudah bahagia sekali akhirnya dapat kartu perdana unlimited. Cerita bahagia berubah ketika sampai dirumah.

Ternyata di rumah saya tidak terjangkau jaringan 4g Smartfren. Benar-benar zonk. Bukannya bar ijo-ijo yang muncul di hpnya, yang muncul adalah tanda silang.

Saya kira sinyal Smartfren sedang bermasalah, karena pengalaman saya wakth menggunakan smartfren EVDO, jaringan sangat lancar di rumah. Sempat restart hp beberapa kali. Namun apa daya tangan tak sampai hehe.

Kemudian saat itu saya coba untuk keluar rumah sampai dengan jarak sekitar 500 meter dari rumah, baru kemudian ada sinyal lagi. Akhirnya saya mendapat jawaban kalau dirumah tidak ada jaringan 4g smartfren. Mau tidak mau layanan Smartfren hanya bisa dipakai saat saya keluar rumah saja.

Suatu hari saya dikunjungi oleh adik saya yang ternyata juga menggunakan smartfren. Di hpnya dia sinyal smartfren sangat lancar. Jadi fakta barunya adalah di tempat yang sama dengan dua hp yang berbeda sinyal 4g smartfren tidak sama.

Kami juga sempat bertukar SIM, dengan asumsi SIM milik saya bermasalah, namun hasilnya sama. Jadi saya berkesimpulan bahwa hp saya yang bermasalah. Kemungkinan radio penerima sinyal hp saya bermasalah.

Sempat juga mencoba berbagai cara agar hp saya bisa mendapatkan sinyal 4g smartfren di rumah, namun apa daya, sekali lagi tangan tak sampai.

Sayapun putus asa. Terakhir saya pakai jaringan 4g smartfren adalah saat saya dalam perjalanan dari Jogja ke Lampung. Itupun setelah berusaha keras untuk bisa terhubung dengan internet.

Jadi saya juga menghadapi masalah yang aneh menurut saya. Masalahnya adalah jika jaringan internet dipindah dari smartfren ke layanan lain misalnya simpati, kemudian dipindah ke smartfren lagi maka jaringan internet tidak akan terhubung langsung. Harus diotak-atik lagi registrasi smartfrennya.

Yang saya alami yaitu saya harus registrasi ulang kartu smartfrennya agar bisa terhubung dengan internet. Jika tidak registrasi ulang, tidak akan pernah bisa terhubung meskipun "katanya" mendapat singal 4g.

Singkat cerita, setelah saya sampai di kampung di Lampung, ternyata hal serupa terjadi. Di kampung tidak ada jaringan smartfren.  Mau tidak mau slot SIM1 di hp saya yang semula menjadi rumahya smartfren berubah menjadi rumahnya Indosat IM3.

Goodbye Smartfren.

Comments