Cara Mengubah Koleksi Buku Fisik Menjadi E-Book PDF

Image from www.standardmedia.co.ke


Well…mari lompat dulu postingan blognya dari bercerita tentang pengalaman kuliah kedokteran Ayurveda di India. Tenang saja, pasti akan saya lanjutkan ceritanya. Kali ini saya akan berbagi cara mengubah koleksi buku fisik menjadi e-book pdf.


Seperti kita ketahui bersama sekarang ini bahwa sekarang jamannya edan…eh maksud saya jamannya modern jadi sudah jamannya paperless juga. Jadi sangat bagus sekali jika koleksi buku fisik yang dimiliki dikonversi ke dalam e-book agar buku tidak dimakan ngengat, atau basah ketika rumah kebocoran, atau mungkin berdebu saat tidak sempat membersihkannya.

Ya paling tidak saat ingin membawa banyak buku saat bepergian tidak membawa banyak beban, karena buku fisik sudah pasti berat, bukan? Jadi kalo sudah diubah ke dalam e-book, kita bisa membawa buku sebanyak-banyaknya di dalam handphone, tablet, laptop, bahkan dalam sebuah flashdisk.

Pembukaannya kebanyakan ya? Okay…ayo langsung saja.

Apa yang dibutuhkan?

Perangkat yang dibutuhkan dalam membuat e-book ini tidaklah ribet-ribet. Yang dibutuhkan adalah kamera, tripod dan laptop saja. Jika tidak ada kamera bisa pakai hp yang anda miliki. Sudah pasti punya hp android bukan? Kamera dari hp anda sudah cukup untuk membuat e-book.

Apakah harus kamera DSLR atau mirrorless yang mahal itu? Tidak. Kamera pocket sudah sangat-sangat bagus.

Bagaimana jika tidak punya laptop? Diproses di hp juga bisa kok. Di playstore banyak lho aplikasi untuk scanning dan mengonversi file ke pdf. Jika editingnya menggunakan pc, maka aplikasi yang digunakan adalah aplikasi Scan Tailor. Saya sudah cukup lama menggunakan aplikasi ini.

Aplikasi selanjutnya adalah ImagesToPDF. Fungsinya adalah untuk menggabungkan file-file image menjadi PDF.

Bagaimana Memulainya?

Pertama, foto semua halaman buku yang akan dikonversi ke PDF. Ketika proses memfoto pastikan pencahayaannya bagus. Semakin bagus pencahayaan foto semakin mudah pada saat mengedit. Usahakan tidak menggunakan flash kamera pada saat memfoto, karena jika menggunakan flash, pencahayaan pada foto tidak akan merata. Gunakan flash dalam keadaan kepepet saja. Khususnya jika buku yang ingin dikonversi menggunakan kertas yang glossy atau mengkilat, sangat tidak boleh menggunakan flash.
Image from gadgetren.com

Proses pengambilan foto ini adalah aktifitas yang membosankan karena sudah pasti foto yang diambil dalam jumlah banyak. Oleh karena itu sebaiknya kerjakan sesuai dengan mood anda, atau bisa juga dengan sistem target. Misalnya sekali foto adalah 50 foto. Satu foto berisi dua halaman, jadi anda sudah menyelesaikan 100 halaman buku. Kemudian diedit. Pakai konsep “sedikit-sedikit akhirnya menjadi bukit”. Lanjut ke langkah selanjutnya.

Copy Foto ke PC/Laptop dan Edit

Jika telah selesai memfoto semua halaman buku, maka foto-foto tersebut harus dicopy ke PC untuk diedit. Kalau tidak dicopy…ya tidak bisa diedit. Sama dengan proses sebelumnya, proses editing ini juga proses yang membosankan. Proses copy file mungkin tidak, karena hanya butuh beberapa menit.

Image from scantailor.org

Berdasarkan pengalaman saya, edit file foto di Scan Tailor agak sedikit lambat. Mungkin karena aplikasi gratisan ya. Namun sampai saat ini saya belum ketemu aplikasi alternatif yang gratisan juga.

Jadi karena aktifitas ini adalah time consuming activity sebaiknya lakukan saat anda free, sehingga pekerjaan utama tidak terganggu.

Mengenai bagaimana menggunakan Scan Tailor, bisa anda tonton di video ini:

Bagaimana jika menggunakan HP?

Jika tidak mempunyai kamera untuk pengambilan foto-foto halaman buku, gunakan saya hp yang anda miliki. Namun pastikan memiliki resolusi kamera minimal 8 MP. Saya sendiri menggunakan hp dengan resolusi kamera 13 MP. Saya yakin anda juga kan?

Jika ingin edit fotonya di PC, maka seperti proses di atas, maka foto-fotonya harus dipindah ke PC lebih dulu.

Image from Google Play

Namun jika ingin menggunakan hp android untuk pengambilan foto, bisa menggunakan aplikasi Scanner yang bertebaran di playstore. Pilih salah satu yang menurut anda paling layak untuk digunakan.
Khusus jika memakai android, anda tidak harus mengambil foto secara kolektif lebih dulu. Foto bisa langsung diambil menggunakan aplikasi scanner dan diedit langsung di aplikasi scanner. Aplikasi scanner di android juga bisa digunakan untuk export file foto yang sudah diedit langsung ke PDF.

Kekurangan jika membuat PDF dengan menggunakan kedua aplikasi ini adalah kita tidak bisa melakukan pencarian kata perkata di file PDF yang dibuat karena tidak menggunakan OCR.

Jika anda ingin membuat e-book PDF yang memiliki fitur pencarian kata perkata, maka bisa menggunakan aplikasi ABBYY FineReader. Namun sayangnya aplikasi ini adalah aplikasi berbayar. Berdasarkan review dari beberapa pengguna aplikasi ini, ABBYY FineReader adalah aplikasi terbaik untuk konversi buku menjadi e-book.

Okay…sekian dulu penjelasan tentang bagaimana membuat e-book PDF dari buku fisik. Semoga bermanfaat.

Comments