Kecelakaan Lion Air PK-LQP JT-610, Haruskah Takut Naik Pesawat?

Foto dari www.bbc.com

Seperti kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 29 Oktober 2018 lalu terjadi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP (JT-610) di perairan Karawang. Sampai hari ini proses evakuasi masih dilakukan sampai hari ini. Dalam berita yang saya tonton hari ini di CNN diberitakan bahwa pencarian diperpanjang sampai 10 hari.

Mengetahui kecelakaan pesawat Lion Air ini, seperti kita ketahui bersama banyak masyarakat, khususnya netizen membahas mengenai kualitas layanan dari maskapai Lion Air. Begitu juga dengan saya pribadi, sudah memutuskan untuk tidak lagi bepergian menggunakan Lion Air, semenjak pengalaman terakhir saya terbang menggunakan Lion Air dari Jogja menuju Jakarta.

Pada saat ini jika saya tidak salah ingat jadwal penerbangan adalah jam 8 pagi. Jadi setelah check in saya menunggu di ruang tunggu. Sampai pada 5 menit sebelum jam 8 tidak ada tanda-tanda panggilan untuk boarding. Juga tidak ada pengumuman dari petugas Lion bahwa pesawat delai. Akhirnya menunggu sampai jam 9 belum juga ada panggilan untuk boarding. Lucunya adalah penerbangan Lion dari Jogja menuju Jakarta pada jam 9:15 lebih dulu boarding dari pada penerbangan yang saya ikuti, yaitu penerbangan jam 8. Walaupun pada akhirnya kami boarding jam 9:30.

Tidak berhenti sampai disitu. Setelah semua penumpang berada di dalam, pesawat tidak langsung berangkat. Lagi-lagi penumpang harus duduk menunggu sekitar 30-40 menit. Saat itu saya sempat mencoba menekan bell panggilan untuk meminta pramugari datang, maksudnya untuk bertanya kenapa lama sekali belum berangkat. Namun sayang sekali tidak ada satupun pramugari datang mendekati saya.

Sampai pada akhirnya pesawat mulai bergerak dan siap untuk berangkat, baru kemudian seorang pramugari datang, namun bukan bertanya kepada saya mengenai bantuan apa yang saya butuhkan, melainkan hanya untuk mematikan bell yang saya nyalakan. Dari sekian pengalaman saya menaiki pesawat, ketika penumpang menekan bell bantuan, maka pramugari akan langsung datang dan menanyakan bantuan apa yang kita butuhkan. Namun hal itu tidak berlaku di Lion Air. Selain itu kru pesawat juga tidak berusaha untuk meminta maaf kepada penumpang dan menjelaskan mengapa sampai delai (walaupun untuk sekedar basa-basi menenangkan penumpang).

Sikap yang seperti itu sudah menunjukkan bagaimana jeleknya layanan yang dimiliki oleh maskapai Lion. Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk lebih ramah dan terbuka kepada penumpang sehingga timbul rasa saling percaya. Jika pemumpang mengetahui alasan yang valid mengapa bisa delai atau lain sebagainya, saya yakin penumpang akan memahami kondisinya.

Hal yang sangat bertolak belakang dengan pengalaman saya menaiki Sriwijaya Air. Saat saya menaiki Sriwijaya Air, pesawat juga delai, kurang lebih pada saat itu delai 30 menit. Namun begitu delai berakhir dan pesawat mulai bergerak, pilot menyampaikan mengatasnamakan kru pesawat meminta maaf kepada penumpang atas delai yang terjadi. Pilot juga menyampaikan mengapa pesawat sampai delai. Selain itu, kami diajak untuk berdoa bersama sebelum pesawat lepas landas. Sebuah layanan yang berseberangan 180 derajat menurut saya. Sejak saat itu saya tidak akan menggunakan jasa Lion Air lagi (kecuali mungkin jika kondisi sangat-sangat kepepet).

Itu mengenai masalah layanan, mari kembali ke masalah kecelakaan.

Jadi dengan banyaknya daftar kecelakaan pesawat ini, haruskah kita takut untuk naik pesawat?
TIDAK. Tidak perlu takut untuk naik pesawat. Mengapa? Karena transportasi udara adalah transportasi terbaik saat ini untuk mobilitas yang tinggi, bisa dikatakan sebagai moda transportasi terbaik. Yang terpenting adalah pilihlah maskapai yang memiliki track record yang baik dan memiliki pelayanan yang baik.

Seperti yang saya baca di salah satu artikel (saya lupa di mana) bahwa bepergian dengan pesawat membuat kita satu tingkat dekat dengan Tuhan dan membuat kita mengingat akan kekuasaan Tuhan. Oleh karena itu biasakanlah untuk berdoa sebelum bepergian kemanapun, khususnya bepergian dengan pesawat terbang. Bukan berarti bepergian dengan transportasi lainnya tidak perlu berdoa. Semua aktifitas harus dimulai dan diakhiri dengan doa.

Pada tulisan ini saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan Lion Air, saya hanya membagian opini dan pengalaman yang saya alami saat menggunakan layanan Lion Air. Semua kembali lagi ke pilihan masing-masing mengenai selera dalam bepergian.

Semoga semua korban Lion Air segera bisa ditemukan. Semoga mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Mari kita doakan bersama semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali. 

     

Comments