Cricket: Bahagia Versi India

Sachin Tendulkar, pemain cricket terbaik di India

"Bahagia itu sederhana" itu adalah pepatah yang sering diucapkan oleh netizen mengomentari fenomena "om telolet om" di Indonesia, yang sampai mendunia karena cuitan "wong londo" di twitter. Bahkan sampai dibuat lagu katanya. Bahagia ini merujuk pada anak-anak yang berdiri di pinggir jalan untuk menunggu bus lewat dan meminta membunyikan klakson telolet. Dari video nampak mereka sangat bahagia samapi menari-nari begitu bus memberikan bunyi klakson telolet pada mereka. Dan memang benar, jika kita mensyukuri hidup, bahagia itu memang sederhana.

Beda negara beda pula cara meraih bahagia yang "sederhana" itu. Di India, khususnya di tempat saya tinggal bahagia yang sederhana itu didapat dengan mengikuti perkembangan pertandingan cricket. Teman-teman saya sangat serius sekali mengikuti perkembangan skor group cricket idola mereka. Tidak hanya teman, bahkan dosen sekalipun. Begitu mengetahui bahwa perkembangan skor pertandingan sesuai dengan harapan mereka, maka mereka akan tersenyum puas. Itulah kebahagian mereka. 

Bahkan cricket mempersatukan mahasiswa dengan dosen. Untuk urusan cricket mereka satu suara. Jika di dalam kelas terkadang mahasiswa (cowok khususnya) mendapat omelan dosen, maka begitu urusan cricket, mereka bisa duduk berdampingan dan dan diskusi ringan mengenai group idola mereka.

Mengapa saya bisa bilang begitu? 

Karena saya menyaksikan sendiri, tidak hanya sekali tetapi dua kali, yang terakhir kemarin adalah saat di rumah sakit. Dengan santainya pak dosen masuk ke ruangan sambil fokus pada hp pintarnya. Beberapa saat hening sampai akhirnya beliau mengatakan skor nilai pertandingan cricket yang dilihat di sebuah website olahraga. Maka mulailah percakapan tanya bertanya mengenai skor grup ini dan grup itu. saya sempat kurang paham, namun akhirnya beberapa saat kemudian saya paham bahwa percakapan mereka adalah tentang cricket. Beberapa kali pak dosen tersenyum puas sembari menjawab pertanyaan teman-teman saya. 

Tidak hanya itu, bahkan tidak jarang teman-teman saya ngobrol sampai malam di hostel membahas pemain cricket idola mereka. O ya selain bermain cricket di lapangan, tidak jarang teman-teman saya main cricket di halaman hostel. Jadi...tidak bisa dihitung dengan jari lagi berapa kaca yang sudah pecah hanya karena bola cricket nyasar ke jendela.

Sebenarnya apa sih cricket itu?

Saya sendiri baru mengetahui olahraga ini semenjak ada di India. Setahu saya di Indonesia olahraga cricket tidak ada. Namun berdasarkan pengamatan saya, bisa saya katakan bahwa cricket adalah olahraga yang hampir sama dengan olahraga bola kasti, karena menggunakan bola kasti dan memakai bilah kayu untuk memukul bola, atau bisa di katakan menggunakan bola tenis lapangan. Cricket sangat terkenal di sini. dari kota sampai desa orang-orang pada gemar pada olahraga ini. 

Bahkan teman-teman saya setiap sore main cricket di lapangan berdebu di belakang kampus. O ya lapangan berdebu adalah salah satu ciri lapangan yanga da di India. Hampir semua lapangan yang pernah saya lihat adalah lapangan berdebu alias tidak tumbuh rumput sama sekali. 

Nah daripada saya salah memberi penjelasan mengenai apa itu cricket, ini kutipan tentang cricket dari wikapedia:
"Cricket is the most popular sport in India.[1] It is played by many people throughout the country.[2] The Indian national cricket team won the 1983 Cricket World Cup, the 2007 ICC World Twenty20, the 2011 Cricket World Cup, the 2013 ICC Champions Trophy, and shared the 2002 ICC Champions Trophy with Sri Lanka. Domestic competitions include the Ranji Trophy, the Duleep Trophy, the Vijay Hazare Trophy, the Deodhar Trophy, the Irani Trophy and the NKP Salve Challenger Trophy. In addition, BCCI conducts the Indian Premier League, a Twenty20 competition."

Atau biar lebih pas rasanya silahkan menuju ke Wikapedia.

Oke...itulah sedikit kisah kecil hari ini...semoga memberi wawasan.


  

Comments