Menjadi Guru Sehari

AJAR 1
Serius memperhatikan
Salam blogger
Sudah lama sekali tidak menulis….jari jemari rasanya gatal ingin segera menyentuh tuts keyboard, namun apa daya karena terlalu sibuk di dunia nyata membuat aktifitas dunia maya menjadi terlupakan. Disaat rasa ingin menulis sudah memuncak, ternyata badan dan pikiran sedang capek karena padatnya aktifitas. Akhirnya menulis pun urung.
Nah kebetulan kesempatan ini ada lagi, walaupun sedang sibuk-sibuknya dengan aktifitas ujian, karena sedang penat belajar, maka luangkan sedikit waktu untuk membelai tuts keyboardnya.
Okay…to the point aja. pada postingan kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya mengajar di sebuah sekolah di dekat kampus saya belajar.
AJAR 2
Bu guru Nesti
Jadi sekitar 2 bulan lalu utusan dari sekolah tersebut datang ke kampus kami untuk menawarkan agarmahasiswa dari kampus mengajar sehari di sekolah mereka.

Tawaran itupun disampaikan kepada kami oleh wakil kepala selolah. Akhirnya pada tanggal 21 Agustus kemarin kami 27 orang mahasiswa dari kampus kami mengajar sehari di sekolah tersebut. Sebuah pengalaman yang luar biasa, karena murid-murid di sekolah tersebuat sangat antusias dalam mengikuti kelas.

Jadi bahan ajar yang kami sampaikan adalah tentang Anatomy dan Fisiologi. Sekitar 1 minggu kami mempersiapkan diri untuk mengajar mereka, disela-sela kesibukan kami belajar untuk menghadapi ujian.
AJAR 3
Cek golongan darah
Persiapan
Kami diberikan silabus mengenai pelajaran anatomi yang mereka pelajari. Silabus inilah yang kami pelajari dan kami berikan sedikit tambahan sesuai dengan level pelajaran mereka. saya pribadi mendapat bagian untuk menyampaikan pelajaran Sistem Reproduksi pada Pria.

Jadi…di kampus kami sempat berlatih mengajar selama 2 hari, dengan dibimbing oleh wakil kepala sekolah kami, yang kebetulan adalah dosen Anatomi. Kami belajar menggunakan berbagai model alat bantu, seperti gambar dan spesimen bagian tubuh manusia.

Hari H
Hari yang sudah ditetapkan pun tiba. Jam 8 pagi kami sudah siap di kampus untuk berangkat ke sekolah tujuan. Alat peraga yang kami butuhkan semuanya dibawa ke sekolah tujuan. Kami diantar ke sekolah tujuan oleh bus kampus.

Sebelumnya saya kira sekolahnya cukup jauh dari kampus….e ternyata sangat dekat.  Sampai di tujuan kami disambut dengan acara pembukaan oleh pihak sekolah.

Sekolah ini sangat disiplin. Sebelum memasuki kelas, khusus untuk siswa kelas 8,9 dan 10 mereka melakukan doa bersama di Pray Hall. waktu berdoa cukup lama. Salah satu yang membuat saya senang adalah mereka juga membacakan sloka-sloka Bhagavadgita di sesi doanya. ada 5 sloka yang dilafalkan.

Setelah sesi berdoa selesai, aktifitas belajar mengajarpun dimulai. Oleh pihak sekolah kami diberi waktu mengajar selama 40 menit di setiap kelas. Kelas yang kami ajar di bagi menjadi 4 kelas, yang merupakan gabungan dari kelas 8,9, dan 10. Kami juga mengajarnya berkelompok. Satu kelompok kami ber-4, jadi masing masing kami mendapat jatah mengajar selama 10 menit.

Kebetulan jatah kelompok saya pada jam pelajaran setelah makan siang. Jadi saya memiliki kesempatan untuk mengambil dokumentasi teman-teman yang mengajar di pagi hari.
AJAR 4
Ini yang nulis blog
Gimana rasanya?
Senang sekali. Karena respon dari murid yang diajar cukup memuaskan. Dengan penuh perhatian mereka mendengarkan kami mengajar, apalagi disaat mereka ditunjukkan spesimen-spesimen peraga yang merupakan organ tubuh manusia asli. Mereka terheran-heran melihat spesimen yang di tunjukkan.

Di saat jeda makan siang kami juga dijamu dengan makan siang disekolah tersebut. Kami dijamu dengan menu makan siang ala Sringeri. Sringeri adalah nama salah satu tempat yang sangat terkenal dengan Kuil Dewa Siwa dan Dewi Saraswati. Dari tempat tinggal kami sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan bus.

Oh iya…yang kami ajar adalah sekolah dengan medium bahasa Inggris, jadi anak-anak disini sudah belajar menggunakan bahasa Inggris, selain menggunakan bahasa lokal mereka, yaitu bahasa Kannada.
Begitulah cerita singkatnya. 
AJAR 5
Tidur siang di kelas ditemani guru

Comments