Menentukan Pilihan Capres dari Sudut Pandang Ajaran Astha Brata

Dua pasang kandidat Capres.(gambar dari google)
Tahun 2014 adalah tahun politik. pemilu legislatif sudah kita lewati, tinggal menunggu pemilu presiden pada bulan juli nanti. Debat presiden tahap pertama sudah kita lewati juga dan debat-debat susulan beberapa hari kedepan.

Dengan adanya hanya dua calon presiden dan wakil presiden, mudah-mudahan pemilu hanya berlangsung satu kali putaran, sehingga bisa menghemat pengeluaran negara untuk melakukan pemilu.
Masing-masing pasangan calon sudah menebar janji, bahwa akan begini dan akan begitu. Bukan hanya janji, bahkan saling sindir menyindir dan pendukungnya saling menyerang, bahkan parahnya lagi melakukan kampanye hitam, dengan mencari-cari kesalahan masing-masing.
Pemimpin seperti apa sebenarnya yang harus kita miliki? Seperti apa kriterianya?
Menjawab kriteria seorang pemimpin, saya teringat akan ajaran Astha Brata. Saya tidak tahu apakah masing-masing pasangan calon, baik pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK mengetahui, memahami, dan mengamalkan ajaran Astha Brata ini. Nah, saya mencoba mengulasnya pada tulisan ini.
Astha Brata adalah Umat Hindu, meyakini bahwa Astha Brata adalah delapan tipe kepemimpinan yang merupakan delapan Kemahakuasaan Tuhan. Di dalam Epos Ramayana, ajaran Astha Brata disampaikan oleh Sri Rama kepada Wibisana, setelah pertempuran antara Rama dan Rahwana. Kedepalan Astha Brata itu adalah Indra Brata, Yama Brata, Surya Brata, Candra Brata, Bayu Brata, Kuwera Brata, Baruna Brata, dan Agni Brata.
Indra Brata. Dewa Indra adalah dewa yang menganugrahi hujan pada bumi. Artinya seorang pemimpin hendaknya mengikuti sifat-sifat dewa Indra.  Dengan adanya hujan, maka umat manusia menjadi sejahtera. Oleh karena itu seorang pemimpin harus mampu memberi kesejahteraan kepada rakyatnya.
Yama Brata, Dewa Yama adalah dewa yang menegakkan keadilan di alam semesta. Artinya seorang pemimpin hendaknya mengikuti sifat-sifat dewa Yama yaitu tegas menjalankan hukum, menciptakan hukum, menegakkan hukum dan memberikan hukuman kepada setiap orang yang bersalah. Oleh karena itu seorang pemimpin harus tegas kepada rakyat yang dipimpinnya, tegas kepada pembantu-pembantunya. Pemimpin harus bisa meletakkan kebenaran pada tempatnya, membenarkan yang benar, dan menyalahkan yang salah, bukan malah sebaliknya.
Surya Brata. Dewa Surya adalah dewa yang dalam wujud matahari memberikan penerangan kepada alam semesta. Ia menerangi alam semesta tanpa mengenal lelah dan tanpa memilah-milah, namun ia selalu berhati-hati. Artinya seorang pemimpin hendaknya memberikan penerangan secara adil dan merata kepada seluruh rakyat   
Candra Brata. Dewa Candra adalah dewa yang dalam wujud bulan memberikan penerangan pada malam hari, dengan sinar yang tenang dan menyejukkan. Artinya seorang pemimpin hendaknya dapat selalu memperlihatkan wajah yang tenang, dan berseri-seri sehingga rakyat yang dipimpinnya merasa yakin akan kebesaran jiwa pemimpinnya. Jika menunjukkan wajah gelisah di hadapan rakyat yang dipimpinnya, tentu akan membuat rakyat menjadi resah juga.
Bayu Brata. Dewa Bayu adalah dewa angin. Angin selalu bergerak dan bisa merasuk sampai ke celah-celah terkecil di alam semesta. Seorang pemimpin hendaknya bisa menyelidiki dan mengetahui keadaan rakyat yang sebenarnya, bisa memahami kehendak rakyat, khususnya rakyat kecil, bisa masuk ke dalam kehidupan raktat tanpa diketahui, namun bisa dirasakan oleh rakyat.
Kuwera Brata. Dewa Kuwera adalah dewa kekayaan. Pemimpin hendaknya bisa memanajemen kekayaan yang dimiliki oleh organisasinya/negaranya. Ia  harus bijaksana dalam menggunakan kekayaan yang dimiliki. Kekayaan negara yang dimiliki digunakan untuk mensejahterakan rakyat dan tidak melakukan pemborosan yang merugikan negara/organisasi.
Baruna Brata. Dewa Baruna adalah dewa laut. Laut melebur, menerima apapun yang masuk ke dalamnya. Pemimpin hendaknya bisa memberantas segala macam penyakit yang ada di masyarakat, baik itu pengangguran, teroris, kenakalan remaja dan masalah-masalah lainnya.
Agni Brata. Dewa Agni adalah dewa api. Pemimpin hendaknya memiliki semangat yang tinggi, yang selalu berkobar untuk membasmi semua gangguan, musuh-musuh yang meresahkan rakyat dan mengancam kedaulatan negara.
Itulah ajaran Astha Brata, yang bisa dijadikan sebagai patokan dan pedoman dalam menjadi pemimpin. Dari kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bersaing saat ini, tentu kita bisa mengamati dan menilai pasangan secara objektif calon yang mana yang memenuhi kriteria-kriteria ini.
Sudah tentu masing-masing calon memiliki kekurangan dan kelebihan dalam memenuhi kriteria Astha Brata ini, namun pasti ada yang memenuhi kriteria yang lebih banyak dari yang lainnya.
Semoga tulisan ini bisa membantu anda dalam menentukan pilihan, sehingga anda bisa memilih yang tepat pada saat pemilu bulan juli nanti.
Salam Coblos.

Comments