Ketika Jogja yang Damai tidak Aman Lagi

Gambar ilustrasi dari kompas.com

Beberapa saat lalu, saat saya membuka kompas online, langusng saja pandangan saya tertuju pada berita tentang berita berjudul Massa Berbaju Hitam Rusak 3 Mobil dan 1 Rumah di Yogya. Langsung saja pikiran saya teringat berita tentang penyerangan rumah seorang pendeta di Sleman. Bahkan berita terakhir tentang penyerangan tersebut, pemilik rumah dijadikan tersangka.


Dan malam ini kembali hal yang sama terjadi di Jogja, 3 mobil dan 1 rumah dirusak. Kejadian yang terjadi di Jalan Hos Cokroaminoto terebut terjadi sekitar pukul 5 sore merusak 1 rumah warga di Tegalrejo, demikian seperti diberitakan pada kompas online. 

Setelah membaca berita ini, saya jadi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan Jogja saat ini? Mengaja beberapa bulan terakhir ini di Jogja selalu terjadi tindak kekerasan yang melibatkan massa? Siapa sebenarnya pelakunya, apakah orang-orang Jogja, atau warga pendatang? Mengapa hal ini terjadi? Apakah sikap toleransi warga Jogja sudah hilang dari pribadi masing-masing? Dimana perginya kehidupan damai di Jogja saat ini?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut siapakah yang bisa menjawab?Keadaan seperti ini tentu akan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat Jogja. Apalagi Jogja dikenal sebagai salah satu tujuan wisata. Sudah pasti hal ini akan memberikan pengaruh pada sektor wisata. 

Wisatawan akan berfikir dua kali untuk memilih Jogja sebagai tujuan wisatanya. Apalagi seperti pada berita pada kompas online, seorang tamu Hotel Zodia menyaksikan kejadian itu secara langsung. Kejadian seperti ini akan memberikan trauma kepada wisatawan maupun penduduk Jogja itu sendiri.

Sebagai penduduk Jogja, saya menjadi prihatin akan kejadian ini. Sebagai warga Jogja yang tinggal di pedesaan, saya hanya bisa berharap bahwa hal-hal seperti ini tidak terulang lagi di Jogja. Pihak Kepolisian harus bertindak cepat dan tegas mengusut pelaku perusakan ini. 

Pihak berwajib dan  pemerintah perlu berbenah dan memberikan pembinaan kepada masyarakat dalam hal toleransi bermasyarakat. Jika sebelumnya sudah dilakukan, maka perlu ditingkatkan lagi dan dilakukan dengan berbagai cara, guna mencegah terjadinya konflik-konflik seperti ini terjadi lagi.

Dengan melakukan perusakan secara massal sudah tentu para pelaku ini sudah terorganisir dengan baik. Ini sudah menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak memikirkan kedamaian, hanya memikirkan kepentingan kepentingan kelompok mereka saja. 

Semoga kejadian ini bisa segera terungkap, pelakunya cepat tertangkap, dan masyarkat yang ada di lokasi kejadian tidak terpancing untuk melakukan balasan. Semoga Jogja yang damai kembali damai. 
Salam damai.

Comments