Menjual Banten, Profesi Baru Ibu Kami

Sudah beberapa bulan terakhir ini ibu saya memiliki profesi baru, yaitu sebagai penjual canang sari dan banten. Profesi ini dimulai sejak ada teman-teman dari kakak minta tolong untuk dibuatkan banten. Dari seoarang teman, akhirnya rekan-rekan yang memesan canang dan banten semakin banyak. Sehingga saat ini ibu saya memiliki beberapa pelanggan tetap yang minta agar dibuatkan canang dan banten setiap hari raya Hindu, khususnya secara rutin 2 minggu sekali pada hari tilem dan purnama.


Berkutat dengan janur adalah aktivitas ibu saya beberapa bulan terakhir ini. Hampir setiap hari ibu membuat canang sari dan terkadang membuat daksina. Pada hari-hari menjelang tilem dan purnama akan membuat daksina. Nah seperti pada foto di atas ibu sedang membuat canang untuk memperingati hari raya Tumpek Landep. Pada hari raya Tumpek Landep ini ibu mendapat cukup banyak pesanan banten untuk mobil dan motor, khususnya beberapa umat Hindu yang berada di wilayah kecamatan Kasihan, Bantul.

Merupakan berkah tersendiri bagi ibu saya karena setelah kami sekeluarga pindah ke rumah baru, banyak pesanan canang dan banten. Sehingga ibu memiliki kesibukan tambahan, tidak hanya menjaga cucu saja, seperti pada waktu-waktu sebelumnya.

Beruntung sekali ibu memiliki keahlian membuat banten. Keahlian seperti ini merupakan keahlian yang wajib dimiliki oleh wanita-wanita Bali, karena dalam perayaan-perayaan hari raya Hindu, khusunya Hindu Bali, wanitalah yang memiliki peranan besar dalam membuat sesaji yang akan dipersembahkan di pura ataupun di rumah. Sesaji ini dipersembhakan kepada Tuhan, umat Hindu menyebutnya dengan Sang Hyang Widhi.

Ibu saya memiliki keahlian membuat banten sejak ia kecil. Keahlian ini biasanya diajarkan langsung oleh orang tua, dengan selalu memberikan peran dalam setiap membuat sesaji di rumah dan keahliannya bertambah dengan pergaulan di masyarakat, karena dalam tradisi Hindu Bali, setiap wanita wajib ngayah (gotong royong) membuat sesaji di Pura setiap akan diadakannya upacara di Pura. Nah dengan ngayah membuat sesaji inilah, keahlian membuat sesaji setiap wanita Bali di gembleng, saling belajar satu dengan yang lainnya.  

Karena memiliki keahlian membuat sesaji ini, pernah pada salah satu piodalan di Pura Eka Dharma, Kasihan,  Bantul, ibu saya menjual banten piodalan kepada ibu-ibu yang mendapat jatah untuk membuat banten. Hal ini dikarenakan tidak semua ibu-ibu penyungsung pura memiliki keahlian membuat banten

Nah...bagi umat Hindu yang ada di Jogja, khususnya di wilayah Kasihan, jika membutuhkan banten, silahkan  anda bisa memesan banten dari ibu kami. Ibu kami dengan senang hati akan melayani, bahkan akan lebih baik lagi jika anda mau meluangkan waktu untuk belajar, dengan senang hati akan mengajari dan kita bisa belajar bersama.


Comments