Sejarah Āyurveda

Berbicara tentang Āyurveda, maka kita tidak bisa lepas dari sejarah Āyurveda itu sendiri. Nah pada postingan saya kali ini saya akan berbagi cerita tentang sejarah Āyurveda.
Sebagai awal saya akan mengutip sloka dari Aṣṭāñga Hṛdayam Sūtrasthāna, Āyuṣkamīyam Adhyāya 1.2-3:
brahmā smṛtvā ‘yuṣo vedam prajāpatimajigrahat
so ‘svinau tau sahasrāksam so ‘triputrādikānmunīn 3
te ‘gniveśādikāmste tu pṛthak tantrāñi tenire
Artinya:
Brahman, mengingat Āyurvedā (ilmu kehidupan), kemudian mengajarkannya kepada Prajāpati, dia (Prajāpati) mengajarkan kepada Aśvin bersaudara, mereka mengajarkan kepada Sahasrākṣa (Iñdra), dia mengajarkan kepada putra Atri (Ātreya Purnavasu atau Kṛṣṇa Ātreya) dan orang bijak lainnya, mereka mengajarkan kepada Agniveśa dan murid lainnya dan mereka (Agniveśa dan murid lainnya) menulis risalah, masing-masing secara terpisah.
ORIGIN AYURVEDA
Narasi sloka ini berdasarkan narasi dari Caraka Samhitā. Berdasarkan Caraka Samhitā, kisah lengkapnya adalah:
Brahma mengingat kembali Āyurveda, kemudian mengajarkannya kepada Dakṣa (Prajāpati), kemudian Prajāpati mengajarkannya kepada Aśvin bersaudara, kemudian Aśvin bersaudara mengajarkan kepada Indra—raja para dewa. Ketika penyakit mulai menggangu umat manusia, para orang bijaksana (Rsi) mengadakan pertemuan di lereng gunung Himālaya, dan memutuskan untuk belajar ilmu Āyurveda dari Dewa Indra dan membawanya ke dunia untuk memberi manfaat kepada kehidupan manusia. Tetapi siapa yang akan melakukan tugas yang sulit ini untuk pergi ke surga dan belajar Āyurveda kepada Dewa Indra?
Rsi Bharadvāja, salah seorang yang berpartisipasi dalam pertemuan itu secara sukarela bersedia melakukan tugas itu yang dengan senang hati diterima. Bharadvāja pergi ke kediaman Dewa Indra, belajar Āyurveda dari Indra, kemudian kembali ke bumi, dan menyampaikan apa yang ia pelajari di dalam pertemuan tersebut.
Kṛṣṇa Ātreya yang juga disebut Ātreya Purnavas,putra dari Rsi Atri, mengajarkan Āyurveda kepada enam muridnya yakni Agniveśa, Bhela, Jatūkarna, Parāśara, Hārīta, dan Ksārapānī. Masing-masing dari mereka menulis risalah dan menunjukkan pada guru Kṛṣṇa Ātreya dan pertemuan para Rsi. Risalah yang ditulis oleh Agniveśa adalah risalah yang terbaik dan bahkan dipuji oleh para dewa dan menjadi sangat terkenal di seluruh dunia. (Caraka Samhita—Sūtrastāna, Chapter-1).
Ajaran Kṛṣṇa Ātreya fokus pada Kāyacikitsā, yang merupakan salah satu bagian dari delapan bagian dari Āyurveda, sekolahnya populer dengan nama Ātreya sampradāya atau Kāyacikitsā. Risalah yang ditulis oleh Agniveśa yang ada saat ini tidak dalam bentuk aslinya namun dalam bentuk revisinya—dikenal dengan Caraka Samhitā karena sudah diedit ulang oleh Caraka Muni untuk pertama kalinya.
Itulah sejarah dari Āyurveda. Jadi Āyurveda tidak diciptakan oleh Brahma, namun diingat kembali oleh Brahma. Āyurveda sudah ada sebelum alam semesta ada.















Comments